Skip to content

Air Asam Jawa Untuk Batuk

Sebulan terakhir ini di rumah,aku dan anak-anak bolak balik kena batuk pilek. Termasuk si bayi 10 bulanku juga kena. Akhirnya browsing cari resep minuman atau jus apa yang bisa mengobati batuk,dapet deh resep ini.

Bahan:
50 gram asam jawa tanpa biji
2 sdm gula merah
1 1/2 gelas air mentah
Es batu secukupnya.

Cara membuat:
- Masak air bersama asam jawa hingga mendidih.Setelah mendidih, saring.
- Kemudian hasil saringan dimasak kembali bersama gula merah. Masak hingga mendidih. Lalu saring.
- Sajikan bersama es batu.

image

Efeknya? Setelah 2 hari minum ini, rasanya dahak lebih encer dan lebih mudah dibuang. Yang paling penting,aman buat ibu hamil, apalagi ibu menyusui yaa (aku maksudnya hahaha). Tapi untuk balita sebaiknya enggak ya,soalnya aseeemm :D

Oya,resepnya dapet di sini lhoo

Jikalau…

Kemarin, aku punya cukup waktu luang untuk memanjakan diri berlama-lama di situs jejaring sosial. Update status, mengunggah foto, membaca lini masa. Beberapa status atau tulisan terbaru dari motivator dan penulis yang aku ikuti, semuanya berisi nasihat dan tulisan yang membuatku berpikir.

Kalau 10 tahun lalu, aku membaca apa yang kubaca kemarin, apa yang terjadi ya?

Kalau 10 tahun lalu, setiap hari aku membaca tulisan super dari Mario Teguh, apakah aku akan mengambil keputusan yang sama? Apakah aku akan menuruti nasihat super itu?

Kalau 10 tahun lalu, sudah ada Facebook dan Darwis Tere Liye sudah menuangkan tulisan-tulisannya di situs tersebut, apakah aku tetap akan jadi diriku yang sekarang?

Mungkin…yaaa…sangat mungkin,kalaupun 10 tahun lalu sudah ada Facebook dan nasihat dan tulisan super dari kedua orang yang kusebut itu aku baca, aku akan tetap mengambil keputusan yang sama. Karena Saufa 10 tahun lalu, adalah Saufa yang tidak peduli apa kata orang lain. Karena 10 tahun lalu, sudah ada orang-orang bijak yang memberikan peringatan padaku, namun tetap tak kuhiraukan.

Mungkin.

Bagaimanapun, aku tetap berandai…

Seandainya ya… 10 tahun lalu sudah ada Pak Mario Teguh dan Mas Darwis Tere Liye di Facebook…

Malaikat Juga Tahu

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu takkan hilang semalam oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Ku percaya diri cintakulah yang sejati

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi karena tak sanggup sendiri

Namun kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Namun kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
_________________________________________________________

»» Suka sekali lagu ini. Liriknya bagus dan daleemmm… Tapi maaf ya Mas Glenn Fredly, saya lebih suka versinya Mbak Dewi Lestari hehehe…

Surga di Telapak Kaki Ibu

Apa artinya merayakan Hari Ibu?

Ibu kita tentu adalah orang yang kita sayangi. Dalam Islam, Rasulullah menyatakan peringkat 1 hingga 3 orang yang harus kita hormati adalah ibumu…peringkat keempat barulah beliau menyebutkan ayahmu. Kenapa seperti itu? Karena pengorbanan ibumu sangat sangat besar. Pengorbanan seperti apa? Pasti akan banyak jawaban berbeda.

Tapi menurutku, agar kita bisa benar-benar mengerti bagaimana sesungguhnya pengorbanan seorang ibu, maka pertama, kau harus menikah.
Kedua, kau harus melahirkan dan mengurus anakmu,agar kau tahu perasaannya,kelelahannya dan juga bahagianya ketika mengurusmu,anaknya.
Ketiga, kau harus mengalami ujian2 berat ataupun ringan dalam rumah tanggamu, agar kau tahu bagaimana dulu ibumu juga melewati ujian2 itu.

Kita yang sudah dewasa mungkin menjadi tempat berbagi ibu kita dalam kesusahannya. Tapi pastilah itu hanya segelintir masalah. Ada banyak hal yang tidak beliau ceritakan pada kita, yang beliau sembunyikan, agar di depan kita -anak-anaknya- beliau masih tetap tersenyum. Atau mungkin beliau merahasiakan semuanya demi menjaga kehormatan ayahmu di matamu. Kita yang sudah merasakan diuji Allah dalam rumah tangga kita,tentu mengerti, bagaimana kita menyembunyikan tangis di depan anak2, meskipun beban yang ada sangat berat. Hitunglahi berapa lama umur perkawinan orang tuamu. Berapa kali ibumu menyembunyikan tangis dan kesedihannya selama perkawinannya? Mungkin tak terhitung.

Karena itu…menurutku,tidak ada yang bisa memaknai arti kalimat Surga Di Telapak Kaki ibu, selain perempuan. Sehormat dan sesayang apapun seorang anak lelaki pada ibunya,dia tidak akan pernah hamil,melahirkan,menyusui,jadi dia tak akan bisa merasakan sepenuhnya proses itu.

Klise,tapi tak ada yang bisa kita lakukan selain menyayanginya lebih dari sebelumnya, mengormatinya, menghargainya.

I love you,mother.

Terimakasih banyak.

Gyeran Jjim (Korean Steamed Eggs)

Pernah lihat menu ini waktu nonton variety show dari Korea Selatan, Family Outing Season1. Karena kelihatannya mudah dan enak, jadi browsing cari resep dan dicoba. Yuk…

Bahan:
2 buah telur ayam
4 sdm air masak
1/2 sdt kecap ikan
1 sdm irisan daun bawang
merica secukupnya

Cara membuat:

Pecahkan telur dalam mangkuk tahan panas. Masukkan bahan-bahan lain,lalu aduk rata. Kukus selama kurang lebih 15 menit. Sajikan selagi panas.

Untuk 1 porsi.

Kecap ikan sudah asin,jadi aku gak tambahkan garam lagi. Tapi itu tergantung selera juga sih. Sepertinya semakin banyak air yang ditambahkan,maka teksturnya semakin halus,mirip tofu. Karena aku kurang suka tekstur seperti itu,jadi airnya dikurangi. Menu ini sehat lho,karena cuma dikukus. Selain cocok untuk balita,cocok juga untuk emak-emak yang diet,hahaha

Jangan Baca Buku Ini Sebelum Tidur!

Menurutku, beberapa jenis buku memang tidak ditakdirkan untuk dibaca sebelum tidur.

Buku-buku seperti ini bukannya membuatku mengantuk lalu pergi tidur dengan senyum, tapi malah membuatku tidak tidur atau tidak bisa tidur. Kadang jadi malapetaka buatku, karena kegiatan kesukaanku menjelang tidur adalah baca buku.

Harry Potter dan buku karangan Dan Brown membuatku tidak tidur, karena metode cerita dengan tokoh yang berganti membuatku penasaran. Selanjutnya apa ya? Tokoh yang tadi gimana nasibnya ya? Tak bisa berhenti. Harry Potter and The Order of Phoenix membuatku baru tidur jam 3 pagi.
Novel-novel karangan Andrea Hirata dan Dewi Lestari a.k.a. Dee juga membuatku ketagihan dengan gaya bahasa yang digunakan. Sangat indah. Selesai baca satu bab, ingin baca bab selanjutnya.
Tapi buku non fiksi,khususnya yang mengajak berpikir, lebih parah lagi. Jangan dibaca sebelum tidur. Meskipun kita berhenti membacanya, buku model ini sudah telanjur membuat otak kita ‘aktif’. ON. Meskipun mata ditutup, otak kita terus bekerja, kantuk sudah tak ada. Seperti efek dari buku yang sedang kubaca saat ini. Meski sudah berhenti baca, otakku tak bisa rileks setelah baca bukunya. Salah strategi saya. Baca buku begini bagusnya pagi atau siang.

Sekarang, supaya ngantuk, terpaksa baca buku lain dulu :D

Taman Burung Cemara Asri

Tidak banyak tempat rekreasi selain mall di Kota Medan ini,khususnya untuk membawa anak-anak. Penangkaran burung di Komplek Cemara Asri ini mungkin bisa menjadi alternatif rekreasi keluarga.

Dikatakan penangkaran sebenarnya kurang tepat karena tempat ini sebenarnya terbentuk secara alami. Awalnya sejumlah burung bersarang di area kapling komplek berawa-rawa yang belum terbangun. Pengelola komplek Cemara Asri, Bapak H.Anif, membiarkan hal ini, bahkan menyebarkan bibit lele di rawa tempat burung-burung tersebut bersarang sebagai makanan mereka. Akhirnya semakin banyak burung yang bersarang di sini.

Sore hari antara pukul 4 hingga 6 sore adalah waktu yang tepat datang ke tempat ini, karena burung siang kembali ke sarang, sementara burung malam baru akan memulai aktivitasnya. Kita dapat melihat burung-burung ini terbang dan bertengger di dahan pohon dengan jarak sekitar 6m. Kadang bisa lebih dekat jika ia terbang melintas di atas rawa.

Berkat sejumlah burung, tempat ini menjadi ramai oleh pengunjung yang sekedar nongkrong. Sepertinya pengelola komplek memang mengizinkan siapa saja memasuki area publik komplek ini. Ketika aku kunjungi pada hari Minggu sore, tempat ini sangat ramai! But anyway, since it’s an open space, there’s place for everyone :) Sambil duduk di bawah pohon, kita bisa menikmati berbagai jajanan pasar yang dijual pedagang kaki lima di sekitar rawa. Pecel, mie, sate, martabak, jus, rujak hingga beberapa penganan etnis Tionghoa yang aku tidak tahu namanya.

Selain melihat burung, anak-anak dapat bermain di taman di depan rawa. Oleh karena itu, membawa bola kaki merupakan keputusan bagus agar bisa bermain dengan anak-anak. Kelenteng komplek yang terletak di belakang rawa juga merupakan hal menarik untuk dilihat.

Nikmatilah suasana duduk di bawah pohon melihat berbagai spesis burung beterbangan hinggap di pepohonan hijau, dengan latar belakang kelenteng megah berwarna jingga.

Sayang sekali aku tak mengambil foto di tempat ini….hmm maybe the next visit…:)

Lokasi:
Komplek ini terletak di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dapat dicapai lewat tol, keluar di pintu tol H.Anif (the name sounds familiar, right? Read the article once again:) )

Tips dan saran:
- Sebaiknya anak-anak menggunakan lotion anti nyamuk khusus untuk anak atau gelang anti nyamuk 

- Buanglah sampah pada tempatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan
- Mencari makan malam sebelum pulang ke rumah? Beberapa restoran sea food terletak di dalam kompleks, dan sebuah restoran fast food terletak 1 km dari kompleks tidak jauh dari pintu tol.
- Untuk yang muslim tidak usah khawatir ketinggalan sholat maghrib. Mesjid komplek yang terletak di sebelah pintu gerbang Komplek Cemara Asri terbuka untuk umum. Mesjid ini sendiri bisa menjadi rekreasi reliji dengan kaligrafi Jeparanya yang memenuhi dinding mihrab.

Ambilkan Bulan, Bu

Pada beberapa artikel yang kubaca, adalah baik jika anak mempunyai ritual sebelum tidur. Ritual ini membantu anak ‘mengenali’ waktu tidurnya dan bisa tidur lebih mudah. Awalnya bernyanyi tidak termasuk ritual tidur malam Rasha, tapi akhirnya kutambahkan untuk meninabobokkan Rasha waktu tidur malam.

Lagu ini bersama lagu Bunga Nusa Indah kunyanyikan sebelum Rasha tidur, setelah ritual ganti baju, mematikan lampu kamar, baca doa dan surat pendek. Kadang kalau aku lupa atau terlalu capek untuk bernyanyi, Rasha request lagu, tapi selalu lagu Ambilkan Bulan, Bu. Lagu satunya lagi gak pernah diminta,hehe. Mungkin karena kata-kata di lagu karangan AT Mahmud ini gak sulit dan dia udah tau arti kata bulan, langit, bintang, gelap, terang, tidur,ambil dan malam… This is such a beautiful song..

 

Ambilkan Bulan, Bu

Oleh: AT Mahmud

Ambilkan bulan, Bu
Ambilkan bulan, Bu
Yang slalu bersinar di langit
Di langit bulan benderang
Cah’yanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan, Bu
Untuk menerangi
Tidurku yang lelap di malam gelap

Alarm Paling Canggih Sedunia

Barangkali ayam jantan adalah alarm bangun tidur paling canggih sedunia. Letakkan saja kandangnya dekat jendela kamar tidur, dijamin kita tak akan telat bangun pagi. Bayangkan, mulai subuh sampai matahari muncul, ia akan berkokok tiap lebih kurang 5 menit (sudah kuhitung secara akurat). Baru berhenti kalau hari sudah terang. Tidak perlu diprogram, tidak usah pencet-pencet tombol.

Kalau alarm jam duduk, cuma bisa berbunyi sekali pada waktu yang kita tentukan. Kalau alarm handphone, lebih canggih sedikit. Program saja jam 5, dia akan berbunyi nyaring atau lemah (tergantung pemrograman). Kalau kita masih ingin menikmati tidur sedikiiiiiit lagi, tinggal pencet perintah ‘postpone’, dia akan berbunyi lagi beberapa menit kemudian. Tergantung berapa menit kita atur penundaannya. Kekurangan terbesar, bisa-bisa langsung terpencet ‘dismiss’ (maaf ini menggunakan istilah alarm di handheldku), dan diamlah alarm itu. Dengan sukses membuat si pemilik alarm terus tidur.
Tapi ayam jantan! Hohoho…jangan main-main! Tubuhnya sudah diatur langsung oleh Yang Maha Pencipta untuk terus berkokok hingga matahari muncul.

Beberapa menit sebelum subuh dia berbunyi: ‘Kookokokoookkk!!’ (Kenapa ya di lagu anak dikatakan bunyinya kukuruyuk? Padahal bunyinya kokokokok. Makanya dikatakan ‘ayam berkokok’, bukan ‘ayam berkuruyuk’) . Setengah sampai satu menit kemudian ‘Kookokokooookkk!!’. Satu menit sesudahnya:’Kookokokooookkk!!’ Lagi. Sampai lebih kurang 5 kali. Itu satu paket perkokokan. Nah, 5-10 menit kemudian dia berkokok lagi 1 paket. 5-10 menit kemudian berkokok 1 paket lagi. Yang hebatnya, semakin terang hari, maka rentang antara 1 paket perkokokan dengan paket berikutnya itu semakin lama. Kalau sekitar jam 5.30 pagi, rentang antar paket perkokokan rerata 5 menit. Semakin siang, rentangnya bisa 15 menit, lalu 20 menit. Menakjubkan! Ckckckck…alarm buatan negara mana yang bisa seperti itu? Kalaupun kita ngotot terus tidur, pasti tidur kita tak nyenyak. Dan ternyata,jenis kokokan ayam pun berbeda. Sayup-sayup kudengar ayam tetangga berkokok, ‘kok’ terakhirnya lebih panjang 2 harokat daripada ayam yang di rumah!

Sungguh hebat tugas si ayam jantan.
Secara resmi aku merekomendasikan tiap kita memelihara ayam jantan di rumah!!

Burung Kakak Tua

Satu lagi lagu anak-anak yang sudah diperkenalkan pada Rasha…

Burung Kakaktua

Burung kakaktua
Hinggap di jendela
Nenek sudah tua
Giginya tinggal dua

Trek-jing … trek-jing …Trek-jing
tra-la-la
Trek-jing … trek-jing …Trek-jing
tra-la-la
Trek-jing … trek-jing …Trek-jing
tra-la-la
Burung kakaktua

Umur 16 bulan 2 minggu, Rasha sudah hapal lagu ini dan bisa menyanyikan seluruhnya! Ini lirik versi Rasha:

Buwung atakuwaa
Nggap ji jendewaa
Nenek cudah uwaa
Didikna nggan duwaa
Dung lalala
Buwung atakuwaa
Hihihi…She can’t walk yet,people said she’s skinny, but she can sing this song and she can say ‘nenek’ correctly…I’m so proud of her… Setiap anak punya kelebihannya masing-masing :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: