Skip to content

Surga di Telapak Kaki Ibu

Apa artinya merayakan Hari Ibu?

Ibu kita tentu adalah orang yang kita sayangi. Dalam Islam, Rasulullah menyatakan peringkat 1 hingga 3 orang yang harus kita hormati adalah ibumu…peringkat keempat barulah beliau menyebutkan ayahmu. Kenapa seperti itu? Karena pengorbanan ibumu sangat sangat besar. Pengorbanan seperti apa? Pasti akan banyak jawaban berbeda.

Tapi menurutku, agar kita bisa benar-benar mengerti bagaimana sesungguhnya pengorbanan seorang ibu, maka pertama, kau harus menikah.
Kedua, kau harus melahirkan dan mengurus anakmu,agar kau tahu perasaannya,kelelahannya dan juga bahagianya ketika mengurusmu,anaknya.
Ketiga, kau harus mengalami ujian2 berat ataupun ringan dalam rumah tanggamu, agar kau tahu bagaimana dulu ibumu juga melewati ujian2 itu.

Kita yang sudah dewasa mungkin menjadi tempat berbagi ibu kita dalam kesusahannya. Tapi pastilah itu hanya segelintir masalah. Ada banyak hal yang tidak beliau ceritakan pada kita, yang beliau sembunyikan, agar di depan kita -anak-anaknya- beliau masih tetap tersenyum. Atau mungkin beliau merahasiakan semuanya demi menjaga kehormatan ayahmu di matamu. Kita yang sudah merasakan diuji Allah dalam rumah tangga kita,tentu mengerti, bagaimana kita menyembunyikan tangis di depan anak2, meskipun beban yang ada sangat berat. Hitunglahi berapa lama umur perkawinan orang tuamu. Berapa kali ibumu menyembunyikan tangis dan kesedihannya selama perkawinannya? Mungkin tak terhitung.

Karena itu…menurutku,tidak ada yang bisa memaknai arti kalimat Surga Di Telapak Kaki ibu, selain perempuan. Sehormat dan sesayang apapun seorang anak lelaki pada ibunya,dia tidak akan pernah hamil,melahirkan,menyusui,jadi dia tak akan bisa merasakan sepenuhnya proses itu.

Klise,tapi tak ada yang bisa kita lakukan selain menyayanginya lebih dari sebelumnya, mengormatinya, menghargainya.

I love you,mother.

Terimakasih banyak.

Gyeran Jjim (Korean Steamed Eggs)

Pernah lihat menu ini waktu nonton variety show dari Korea Selatan, Family Outing Season1. Karena kelihatannya mudah dan enak, jadi browsing cari resep dan dicoba. Yuk…

Bahan:
2 buah telur ayam
4 sdm air masak
1/2 sdt kecap ikan
1 sdm irisan daun bawang
merica secukupnya
Cara membuat:

Pecahkan telur dalam mangkuk tahan panas. Masukkan bahan-bahan lain,lalu aduk rata. Kukus selama kurang lebih 15 menit. Sajikan selagi panas.

Untuk 1 porsi.

Kecap ikan sudah asin,jadi aku gak tambahkan garam lagi. Tapi itu tergantung selera juga sih. Sepertinya semakin banyak air yang ditambahkan,maka teksturnya semakin halus,mirip tofu. Karena aku kurang suka tekstur seperti itu,jadi airnya dikurangi. Menu ini sehat lho,karena cuma dikukus. Selain cocok untuk balita,cocok juga untuk emak-emak yang diet,hahaha

Jangan Baca Buku Ini Sebelum Tidur!

Menurutku, beberapa jenis buku memang tidak ditakdirkan untuk dibaca sebelum tidur.

Buku-buku seperti ini bukannya membuatku mengantuk lalu pergi tidur dengan senyum, tapi malah membuatku tidak tidur atau tidak bisa tidur. Kadang jadi malapetaka buatku, karena kegiatan kesukaanku menjelang tidur adalah baca buku.

Harry Potter dan buku karangan Dan Brown membuatku tidak tidur, karena metode cerita dengan tokoh yang berganti membuatku penasaran. Selanjutnya apa ya? Tokoh yang tadi gimana nasibnya ya? Tak bisa berhenti. Harry Potter and The Order of Phoenix membuatku baru tidur jam 3 pagi.
Novel-novel karangan Andrea Hirata dan Dewi Lestari a.k.a. Dee juga membuatku ketagihan dengan gaya bahasa yang digunakan. Sangat indah. Selesai baca satu bab, ingin baca bab selanjutnya.
Tapi buku non fiksi,khususnya yang mengajak berpikir, lebih parah lagi. Jangan dibaca sebelum tidur. Meskipun kita berhenti membacanya, buku model ini sudah telanjur membuat otak kita ‘aktif’. ON. Meskipun mata ditutup, otak kita terus bekerja, kantuk sudah tak ada. Seperti efek dari buku yang sedang kubaca saat ini. Meski sudah berhenti baca, otakku tak bisa rileks setelah baca bukunya. Salah strategi saya. Baca buku begini bagusnya pagi atau siang.

Sekarang, supaya ngantuk, terpaksa baca buku lain dulu :D

Taman Burung Cemara Asri

Tidak banyak tempat rekreasi selain mall di Kota Medan ini,khususnya untuk membawa anak-anak. Penangkaran burung di Komplek Cemara Asri ini mungkin bisa menjadi alternatif rekreasi keluarga.

Dikatakan penangkaran sebenarnya kurang tepat karena tempat ini sebenarnya terbentuk secara alami. Awalnya sejumlah burung bersarang di area kapling komplek berawa-rawa yang belum terbangun. Pengelola komplek Cemara Asri, Bapak H.Anif, membiarkan hal ini, bahkan menyebarkan bibit lele di rawa tempat burung-burung tersebut bersarang sebagai makanan mereka. Akhirnya semakin banyak burung yang bersarang di sini.

Sore hari antara pukul 4 hingga 6 sore adalah waktu yang tepat datang ke tempat ini, karena burung siang kembali ke sarang, sementara burung malam baru akan memulai aktivitasnya. Kita dapat melihat burung-burung ini terbang dan bertengger di dahan pohon dengan jarak sekitar 6m. Kadang bisa lebih dekat jika ia terbang melintas di atas rawa.

Berkat sejumlah burung, tempat ini menjadi ramai oleh pengunjung yang sekedar nongkrong. Sepertinya pengelola komplek memang mengizinkan siapa saja memasuki area publik komplek ini. Ketika aku kunjungi pada hari Minggu sore, tempat ini sangat ramai! But anyway, since it’s an open space, there’s place for everyone :) Sambil duduk di bawah pohon, kita bisa menikmati berbagai jajanan pasar yang dijual pedagang kaki lima di sekitar rawa. Pecel, mie, sate, martabak, jus, rujak hingga beberapa penganan etnis Tionghoa yang aku tidak tahu namanya.

Selain melihat burung, anak-anak dapat bermain di taman di depan rawa. Oleh karena itu, membawa bola kaki merupakan keputusan bagus agar bisa bermain dengan anak-anak. Kelenteng komplek yang terletak di belakang rawa juga merupakan hal menarik untuk dilihat.

Nikmatilah suasana duduk di bawah pohon melihat berbagai spesis burung beterbangan hinggap di pepohonan hijau, dengan latar belakang kelenteng megah berwarna jingga.

Sayang sekali aku tak mengambil foto di tempat ini….hmm maybe the next visit…:)

Lokasi:
Komplek ini terletak di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dapat dicapai lewat tol, keluar di pintu tol H.Anif (the name sounds familiar, right? Read the article once again:) )

Tips dan saran:
- Sebaiknya anak-anak menggunakan lotion anti nyamuk khusus untuk anak atau gelang anti nyamuk 

- Buanglah sampah pada tempatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan
- Mencari makan malam sebelum pulang ke rumah? Beberapa restoran sea food terletak di dalam kompleks, dan sebuah restoran fast food terletak 1 km dari kompleks tidak jauh dari pintu tol.
- Untuk yang muslim tidak usah khawatir ketinggalan sholat maghrib. Mesjid komplek yang terletak di sebelah pintu gerbang Komplek Cemara Asri terbuka untuk umum. Mesjid ini sendiri bisa menjadi rekreasi reliji dengan kaligrafi Jeparanya yang memenuhi dinding mihrab.

Ambilkan Bulan, Bu

Pada beberapa artikel yang kubaca, adalah baik jika anak mempunyai ritual sebelum tidur. Ritual ini membantu anak ‘mengenali’ waktu tidurnya dan bisa tidur lebih mudah. Awalnya bernyanyi tidak termasuk ritual tidur malam Rasha, tapi akhirnya kutambahkan untuk meninabobokkan Rasha waktu tidur malam.

Lagu ini bersama lagu Bunga Nusa Indah kunyanyikan sebelum Rasha tidur, setelah ritual ganti baju, mematikan lampu kamar, baca doa dan surat pendek. Kadang kalau aku lupa atau terlalu capek untuk bernyanyi, Rasha request lagu, tapi selalu lagu Ambilkan Bulan, Bu. Lagu satunya lagi gak pernah diminta,hehe. Mungkin karena kata-kata di lagu karangan AT Mahmud ini gak sulit dan dia udah tau arti kata bulan, langit, bintang, gelap, terang, tidur,ambil dan malam… This is such a beautiful song..

 

Ambilkan Bulan, Bu

Oleh: AT Mahmud

Ambilkan bulan, Bu
Ambilkan bulan, Bu
Yang slalu bersinar di langit
Di langit bulan benderang
Cah’yanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan, Bu
Untuk menerangi
Tidurku yang lelap di malam gelap

Alarm Paling Canggih Sedunia

Barangkali ayam jantan adalah alarm bangun tidur paling canggih sedunia. Letakkan saja kandangnya dekat jendela kamar tidur, dijamin kita tak akan telat bangun pagi. Bayangkan, mulai subuh sampai matahari muncul, ia akan berkokok tiap lebih kurang 5 menit (sudah kuhitung secara akurat). Baru berhenti kalau hari sudah terang. Tidak perlu diprogram, tidak usah pencet-pencet tombol.

Kalau alarm jam duduk, cuma bisa berbunyi sekali pada waktu yang kita tentukan. Kalau alarm handphone, lebih canggih sedikit. Program saja jam 5, dia akan berbunyi nyaring atau lemah (tergantung pemrograman). Kalau kita masih ingin menikmati tidur sedikiiiiiit lagi, tinggal pencet perintah ‘postpone’, dia akan berbunyi lagi beberapa menit kemudian. Tergantung berapa menit kita atur penundaannya. Kekurangan terbesar, bisa-bisa langsung terpencet ‘dismiss’ (maaf ini menggunakan istilah alarm di handheldku), dan diamlah alarm itu. Dengan sukses membuat si pemilik alarm terus tidur.
Tapi ayam jantan! Hohoho…jangan main-main! Tubuhnya sudah diatur langsung oleh Yang Maha Pencipta untuk terus berkokok hingga matahari muncul.

Beberapa menit sebelum subuh dia berbunyi: ‘Kookokokoookkk!!’ (Kenapa ya di lagu anak dikatakan bunyinya kukuruyuk? Padahal bunyinya kokokokok. Makanya dikatakan ‘ayam berkokok’, bukan ‘ayam berkuruyuk’) . Setengah sampai satu menit kemudian ‘Kookokokooookkk!!’. Satu menit sesudahnya:’Kookokokooookkk!!’ Lagi. Sampai lebih kurang 5 kali. Itu satu paket perkokokan. Nah, 5-10 menit kemudian dia berkokok lagi 1 paket. 5-10 menit kemudian berkokok 1 paket lagi. Yang hebatnya, semakin terang hari, maka rentang antara 1 paket perkokokan dengan paket berikutnya itu semakin lama. Kalau sekitar jam 5.30 pagi, rentang antar paket perkokokan rerata 5 menit. Semakin siang, rentangnya bisa 15 menit, lalu 20 menit. Menakjubkan! Ckckckck…alarm buatan negara mana yang bisa seperti itu? Kalaupun kita ngotot terus tidur, pasti tidur kita tak nyenyak. Dan ternyata,jenis kokokan ayam pun berbeda. Sayup-sayup kudengar ayam tetangga berkokok, ‘kok’ terakhirnya lebih panjang 2 harokat daripada ayam yang di rumah!

Sungguh hebat tugas si ayam jantan.
Secara resmi aku merekomendasikan tiap kita memelihara ayam jantan di rumah!!

Burung Kakak Tua

Satu lagi lagu anak-anak yang sudah diperkenalkan pada Rasha…

Burung Kakaktua

Burung kakaktua
Hinggap di jendela
Nenek sudah tua
Giginya tinggal dua

Trek-jing … trek-jing …Trek-jing
tra-la-la
Trek-jing … trek-jing …Trek-jing
tra-la-la
Trek-jing … trek-jing …Trek-jing
tra-la-la
Burung kakaktua

Umur 16 bulan 2 minggu, Rasha sudah hapal lagu ini dan bisa menyanyikan seluruhnya! Ini lirik versi Rasha:

Buwung atakuwaa
Nggap ji jendewaa
Nenek cudah uwaa
Didikna nggan duwaa
Dung lalala
Buwung atakuwaa
Hihihi…She can’t walk yet,people said she’s skinny, but she can sing this song and she can say ‘nenek’ correctly…I’m so proud of her… Setiap anak punya kelebihannya masing-masing :)

Melamun

Aku suka melamun.

Biasanya aku melamun sebelum tidur.
Kubiarkan pikiranku melayang-layang kesana kemari.
Biasanya setelah itu akan muncul ide-ide.

Aha! Ayo buat ini!
Aha! Ayo kerjakan itu!
Aha! Ini solusi desain terbaik!
Aha! Metode ini cocok untuk mengajar esok lusa!
Aha! Aku ingin menulis tentang ini!

Tulisan tentang melamun ini pun dapat idenya dari melamun.

Melamun yang produktif.

Aku suka sekali.

Katanya Kita Belum Merdeka….

Katanya kita belum merdeka.

Kata siapa?

Kata beberapa teman di facebook melalui update status mereka hari ini.
Mereka mengatakan itu bukan tanpa alasan. Menurut mereka, rakyat Indonesia belum merdeka, karena banyaknya koruptor, karena koruptor itu bikin rakyat miskin, karena pendidikan berkualitas itu mahal, karena pasokan listrik belum memadai, karena pemerintah gak becus mengurus negara, dan sederet alasan lainnya.

Pertanyaannya adalah, kalau kita belum merdeka, apa yang harus kita lakukan agar kita merdeka? Lebih dari 65 tahun yang lalu, ketika kita masih dijajah, rakyatnya berperang mengangkat senjata melawan penjajah.

Ketika pendidikan hanya untuk anak Belanda dan kaum priyayi, Ki Hajar Dewantara (bukan pemerintah!) mendirikan sekolah Taman Siswa untuk rakyat biasa agar mereka juga mendapatkan pendidikan.

Ketika pemerintah waktu itu tidak segera memproklamasikan kemerdekaan, rakyatnya yang mendesak pemerintah untuk segera bertindak.

Nah, kalau begitu, sekarang, kenapa kita tidak segera ‘angkat senjata’ berperang melawan ketidakmerdekaan itu?

Kalau memang rakyat kita miskin, apakah kita sudah membantu mengentaskan kemiskinan itu?

Kalau fasilitas kesehatan dan pendidikan mahal, apakah kita sudah bisa menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang gratis dan berkualitas?

Apakah kita sudah seperti Johanes Surya yang sukarela melatih anak-anak cerdas Indonesia dan mengantarkan mereka menjadi Juara Olimpiade Sains Internasional?

Apakah buah pikir kita menjadi pertimbangan banyak orang di Indonesia dan dunia, seperti orang-orang mempertimbangkan kata-kata Quraish Shihab, Gus Dur, Din Syamsudin, AA Gym, Azyumardi Azra?

Apakah kita sudah seperti Pramoedya Ananta Toer, Dewi Lestari, Andre Hirata, Goenawan Mohammad, Taufik Ismail, yang menghasilkan tulisan kaya makna dan tulisannya mendunia?

Jika menjadi ‘mendunia’ terlalu sulit buat kita,apakah kita sudah seperti Butet Manurung yang pergi mengajar ke hutan untuk membebaskan anak-anak pedalaman dari buta huruf?

Apakah kita sudah seperti dr.Purnamawati yang mendirikan organisasi nirlaba Yayasan Orangtua Peduli dan bergiat mengkampanyekan Rational Use of Medicine di Indonesia?

Apakah kita sudah seperti dr Utami Roesli yang mengkampanyekan pentingnya ASI, bertindak mendahului pemerintah dan bukan sekedar mengkritik pemerintah tidak becus?
Apakah kita sudah menggerakkan orang-orang di sekitar kita, seperti Marco Kusumawijaya menggerakkan beberapa pemuda Indonesia untuk menjadi Pegiat Peta Hijau?

Apakah kita sudah ‘mengangkat senjata’ kita masing-masing?

Ataukah kita hanya mengeluh negara kita belum ini, belum itu, kurang disini, kurang disitu, tidak melakukan apapun, tapi tetap tinggal di Indonesia, cari makan di Indonesia, berleha-leha di Indonesia?

Kalau rajin menonton Kick Andy di Metro TV, maka ada sebagian rakyat Indonesia yang dengan segala keterbatasannya bertindak sendiri,tidak menunggu pemerintah. Menyediakan sekolah gratis, taman bacaan gratis, fasilitas olahraga gratis….

Kita sudah berbuat apa?

Terus terang, aku sendiripun belum melakukan apa-apa. Karena itu, aku tidak banyak bicara, tidak banyak mengkritik pun tidak banyak mengeluh.

Marilah kita bertindak saja, jangan banyak bicara.

Nasi Goreng StroTeri

Menu sarapan batitaku hari ini!

Lagi-lagi olahan strawberry dan teri nasi! Mau gimana lagi, bahan yang ada cuma ini,hehehe…. Pernah baca resep nasi goreng strawberry di buku resep, tapi bukunya entah kemana. Ya sudah, eksperimen saja!

Berikut bahan dan cara membuat!

Nasi Goreng StroTeri

Bahan:
3 sdm nasi putih, siram dengan 1 sdt kecap asin
1/2 sdm teri nasi, rendam selama 15 menit untuk mengurangi asin

1 sdt irisan daun bawang
1 buah strawberry, cuci bersih, cincang kasar
1 butir bawang merah, cincang
1 siung bawang putih, cincang
1 sdm minyak untuk menumis
2 sdm kecap asin, atau sesuai selera

Cara membuat:
- Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.

- Masukkan teri nasi dan daun bawang, aduk hingga teri agak matang

 - Masukkan nasi dan kecap asin, aduk hingga rata
- Masukkan strawberry, aduk hingga rata. Matikan api. Sajikan hangat.

Untuk 1 porsi batitaku :)

Gampang….lha wong aku baru bisa masak, ya pasti masaknya yang mudah-mudah aja. Hehehe….Gak perlu tambah garam karena udah ada asinnya kecap dan teri. Waktu kuicip, wah enak lho campuran asinnya kecap, gurihnya tumisan bawang dan asemnya strawberry! Rasha makan sampe keringetan,hehehe…

Yaayyy!!!! Suksessss!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: