Posted in Kampanye ASI

Working Mom BISA Memberikan ASI Eksklusif!

Working mom dari Senin sampai Sabtu, tetapi bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan untuk bayi, bahkan memberi ASI hingga 2 tahun? Bisa! Bagaimana caranya? Diperah! Diperah kayak sapi? Yak, diperah! Umm…tapi jangan disamain dengan sapi deh..^_^
Kuncinya adalah disiplin dan tekad kuat. Jadi pada prinsipnya, agar si Working Mom (WM) dapat memberikan ASI pada bayinya meskipun sudah kembali bekerja, adalah dengan menabung ASI. Tabungan ASI itulah yang akan kita berikan pada bayi selama kita bekerja.

Begini caranya…
1.    Persiapkan peralatan yang diperlukan untuk memerah dan menyimpan ASI Perah (ASIP) SEBELUM melahirkan.
2.    Jika bayi sudah lahir namun ASI belum keluar, susui terus bayi kita! Karena hisapan bayi dapat merangsang payudara untuk berproduksi. Lebih baik lagi jika dibarengi dengan memijat payudara dan mengompres dengan air hangat.
3.    Sekarang kita sudah keluar dari rumah sakit dan sedang berjuang menghadapi minggu-minggu awal kehidupan bayi yang penuh tantangan. Bayi akan menyusu terus menerus,membuat kita berpikir ASI kita kurang. Tidak! Hal ini dinamakan Growth Spurt (percepatan pertumbuhan). Tetap beri ASI pada bayi, namun ingat untuk selalu minum sebelum, ketika dan sesudah menyusui. Yang paling mudah adalah minum air putih, namun akan lebih baik jika disertakan dengan minum jus buah, atau kuah sayur bening, atau sari kacang hijau atau kacang kedele. Meskipun bayi dapat dikatakan menyusu terus menerus ketika ia bangun, namun pada minggu-minggu awal bayi tidur hampir sepanjang hari. Nah, ketika bayi tidur kita bisa memerah ASI, mengosongkan payudara agar payudara memproduksi ASI, dan simpan ASIP di kulkas. Yakinlah tabungan ASIP akan melonjak jumlahnya karena pada minggu awal setelah ASI keluar, produksi ASI akan berlimpah ruah. Ini adalah saat yang tepat untuk mulai menabung ASI!
4.    Sebulan sebelum kembali bekerja, latihlah bayi untuk minum ASIP dengan sendok, bukan dengan dot! Mengapa? Hal ini untuk menghindari bayi  bingung puting. Bingung puting menyebabkan bayi tidak akan mau lagi menyusu langsung dari payudara. Memang tidak semua bayi mengalami bingung puting, tapi siapa yang bisa menjamin bayi kita tidak akan bingung puting? Tidak ada. Oleh karena itu, hindari menggunakan dot. Latih bayi untuk minum dengan sendok atau pipet atau gelas. Ingat, yang melatih adalah orang yang akan mengasuh bayi kita ketika kita kembali bekerja. Bayi dapat mengenali bau tubuh kita. Lha kalau dia tahu kita ada, pasti dia maunya nyusu langsung dari ‘pabriknya’.
5.    Sekarang kita sudah kembali bekerja. Di rumah, stok ASIP sudah mencapai misalkan 30 botol @100 cc. Kita tenang meninggalkan bayi di rumah. Namun ingat, tabungan akan menipis jika isinya terus diambil namun tidak ditambah. Karena itu, selama di kantor, usahakan untuk memerah minimal tiap 2 jam. Sesuaikan waktunya agar tidak mengganggu pekerjaan. Gunakan waktu istirahat untuk memerah. Perah payudara minimal 3 kali selama anda bekerja. Simpan ASIP di kulkas kantor (jika ada). Jika tidak ada, maka simpan dalam cooler box yang harus dibawa setiap kali anda bekerja. Ketika sudah di rumah, pindahkan ASIP dari cooler box ke kulkas di rumah.

Jika hal ini dilakukan secara rutin, memberikan ASI eksklusif untuk bayi kita bukanlah tidak mungkin. Bahkan kita bisa terus bekerja DAN memberikan ASI hingga 2 tahun. Bukankah itu suatu prestasi luar biasa buat seorang ibu bekerja?

Selamat mencoba!

Dimana ada kemauan, disitu ada jalan!

*dirangkum dari berbagai sumber,a.l: mailing list asiforbaby, buku “The Baby Book”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s