Posted in Kampanye ASI

Mengapa Harus Berikan ASI?

Ya, mengapa kita harus repot-repot memerah dan menabung ASI agar bayi kita minum ASI? Bukankah lebih mudah memberikan saja susu formula (sufor)? Apa sih keunggulan ASI?

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kandungan dan manfaat ASI pada bayi. Dan telah ditemukan banyak sekali manfaat ASI, tidak hanya untuk bayi tapi juga untuk ibu. Pada tahun 1999, World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) memberikan klarifikasi pada Innocenti Declaration (Deklarasi Innocenti). Deklarasi ini menyatakan bahwa selama 6 bulan pertama kehidupannya, bayi tidak perlu mendapatkan tambahan asupan lainnya. Tidak perlu tambahan susu formula, air putih, jus buah, madu, pisang, biskuit apalagi bubur susu. Cukup ASI saja. Inilah yang dinamakan ASI Eksklusif.  Setelah masa ASI eksklusif habis, bukan berarti pemberian ASI dihentikan. WHO menyarankan pemberian ASI hingga 2 tahun, namun setelah 6 bulan, bayi sudah diperbolehkan mendapat makanan pendamping berupa buah atau bubur susu, dan sudah boleh diberikan air putih. Sebagai organisasi internasional,  WHO tidak mungkin menyarankan pemberian ASI jika tidak ada bukti ilmiah tentang manfaat ASI.

Berikut ini adalah manfaat kesehatan dalam penyusuan bagi ibu dan bayi, serta beberapa keunggulan ASI dibandingkan susu formula.

 

Manfaat untuk bayi:

  • ASI yang keluar pada 7 hari pertama –Kolostrum- mengandung banyak antibodi dan sel darah putih, serta vitamin A yang diperlukan bayi.
  • ASI mengandung AA DHA yang berguna agar anak manusia menjadi cerdas dan juga untuk meningkatkan kemampuan penglihatan. Susu sapi tidak mengandung AA DHA. Yah, memang begitulah rencana Allah Yang Maha Tahu, karena sapi tidak perlu menjadi cerdas kan makanya susu sapi tidak mengandung AA DHA? ^_^
  • Karena komponen zat gizi dalam ASI jauh lebih tinggi dan banyak jumlahnya daripada susu formula. Kolostrum, AA DHA adalah komponen ASI yang telah ditemukan dan diteliti, dan diperkirakan ada banyak lagi kandungan ASI yang belum diteliti oleh para ahli. Sekarang, beberapa produsen susu formula mulai menambahkan AA DHA, Kolostrum dan sebagainya, semua itu adalah kandungan gizi yang ditiru dari kandungan ASI.
  • ASI mudah dicerna dan diserap usus bayi. Oleh karena itu, bayi yang mengkonsumsi sufor lebih beresiko terkena sembelit dibandingkan bayi yang mengkonsumsi ASI.
  • ASI selalu berada dalam suhu yang tepat, bahkan jika kita minum air dingin, maka ASI yang keluar tetap pada suhu yang sama: hangat.
  • Bayi jarang mengalami infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan (diare) dan infeksi saluran pernafasan.
  • Membentuk barisan gigi anak yang lebih baik
  • Tubuh anak lebih ramping
  • Anak ASI jarang mengalami diabetes
  • Bayi memiliki kulit yang lebih sehat
  • Kekebalan tubuh bayi meningkat

Sebagai catatan, bayi yang mendapat ASI bukan berarti kebal terhadap penyakit! Namun bayi yang mendapat ASI lebih sulit tertular dan lebih mudah sembuh.

Manfaat untuk ibu:

  • Mencegah perdarahan setelah persalinan
  • Mempercepat mengecilnya rahim
  • Menunda masa subur
  • Mencegah kanker ovarium dan kanker payudara
  • Kegiatan menyusui akan membantu ibu dan bayi membentuk tali kasih. Keadaan ini akan menumbuhkan ikatan psikologis antara ibu dan bayinya.
  • Sebagai relaksasi
  • Jarang mengalami keropos tulang
  • Dapat menghilangkan berat badan setelah melahirkan dengan cepat

 

 

Apa kata Quran tentang pemberian ASI?

Quran Surat  Luqman ayat 14 : ”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu.

Menyapihnya dalam 2 tahun = menyusui hingga 2 tahun.

Mohon maaf bila tak berkenan…Semoga diriku dan kita semua diberikan kelancaran dan kekuatan agar dapat menyusui hingga 2 tahun..Amin.

Sumber:

www.who.int

Rangkuman diskusi dari mailing list asiforbaby@yahoogroups.com

Sears, William, M.D. & Sears, Martha, R.N. 1992. The Baby Book. Jakarta: Serambi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s