Posted in Kampanye ASI

Ceritaku dan ASI Perah (ASIP)

Memerah ASI harus dilakukan secara teratur dan diusahakan pada jam yang sama. Saat pertama kali memerah, ASI yang keluar dan tertampung mungkin masih sedikit. Ini tidak menunjukkan bahwa produksi ASI kita sedikit. Ini hanya merupakan penyesuaian terhadap penggunaan alat pompa. Semakin teratur kita memerah, ASI akan keluar semakin lancar dan banyak. ASIP yang disimpan dalam suhu ruang, tahan hingga 4 jam. Ketika ASI selesai diperah, segera simpan ASIP di kulkas bawah (chiller) sebelum ke freezer. ASI yang kita perah merupakan ASI hangat, jadi agar tidak terjadi perubahan suhu yang drastis, ASIP disimpan lebih dahulu di kulkas bawah. ASIP yg disimpan di kulkas bawah, awet hingga 5 hari. Setelah 2 jam berada di kulkas bawah, dan tidak akan digunakan dalam waktu dekat, botol ASIP bisa kita pindahkan ke bagian freezer. Freezer pada kulkas 2 pintu dapat menyimpan ASIP hingga 3 bulan. Freezer pada kulkas 1 pintu dapat menyimpan ASIP hingga 2 minggu. Beri label pada botol ASIP, berisi data tanggal dan jam saat kita memerah. Pada saat ASIP akan digunakan, gunakan hasil perahan yang lebih lama. Saat akan digunakan, turunkan ASIP dari freezer 12 jam sebelum digunakan, dan simpan di kulkas bawah untuk mencairkan. Saat akan diberikan pada bayi, hangatkan ASIP dengan cara merendam botol pada air hangat, atau menggunakan bottle warmer. ASIP beku yang sudah dicairkan harus digunakan dalam waktu 24 jam dan tidak boleh dibekukan kembali.

Nah, berikut ini contoh kegiatan memerah saya ^_^

Pukul 9 pagi, setelah Rasha menyusu lalu tidur, saya perah dari kedua payudara hingga  kosong. Biasanya saya perlu waktu ½ jam. Saya berikan label pada botol berisi jam dan tanggal pemerahan, lalu dimasukkan ke kulkas bawah. Misalkan saya mendapat ASIP 50 ml. Setelah itu minum yang banyak agar ASI diproduksi kembali dan available untuk Rasha ketika ia bangun🙂 Waktu perah berikutnya adalah siang hari, juga ketika Rasha tidur. Misalkan saya kembali mendapat ASIP sejumlah 50 ml, maka kembali saya simpan di kulkas bawah. Sekarang saya punya 2 botol ASIP @50 ml. Dua jam kemudian, ketika kedua botol sudah sama-sama dingin, isi botol kedua saya gabungkan dengan isi botol pertama agar menjadi 1 botol 100 ml. Penggabungan ASIP ini boleh dilakukan pada hasil perah dalam waktu 24 jam dengan syarat penggabungan dilakukan setelah kedua suhu sama-sama dingin. Setelah digabungkan, botol ASIP lalu disimpan di freezer.

Nah, kalau dalam sekali perah bisa dapat 100 ml ya gak usah digabungkan dengan hasil perah selanjutnya. Wadah penyimpanan ASIP saya menggunakan botol kaca bekas berkapasitas 125 ml, dan harus diisi kurang dari jumlah tersebut agar botol tidak pecah waktu ASIP membeku. Misalkan besok saya akan keluar rumah tanpa Rasha, maka saya turunkan botol dari freezer ke kulkas bawah malam hari. Besok pagi, ASIP di kulkas bawah sudah cair dan jika Rasha haus tinggal dihangatkan.

Karena saya lebih banyak di rumah, lebih sering memberikan ASI secara langsung. Tantangannya adalah, jadi sulit untuk memerah di siang hari. Kalau tantangan ibu yang bekerja kantoran, tentu adalah mencari waktu memerah di sela-sela pekerjaan. Tapi yang manapun kita, malam hari adalah waktu yang baik untuk memerah karena ASI paling banyak diproduksi. Lagipula, memerah pada malam hari itu bikin kita jadi semangat, soalnya hasilnya banyaaakkk !!🙂

Rangkuman diskusi dari mailing list asiforbaby@yahoogroups.com

Sears, William, M.D. & Sears, Martha, R.N. 1992. The Baby Book. Jakarta: Serambi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s