Posted in Kampanye ASI

Breastfeeding Father….Emansipasi Pria

Breastfeeding=menyusui.

Breastfeeding father=ayah menyusui?

Hehehe…Tidak persis seperti itu. Breastfeeding father adalah seorang ayah yang memberikan dukungan penuh kepada istrinya dalam proses menyusui. Baik itu ibu yang di rumah saja, ataupun ibu bekerja, peran ayah sangat penting untuk menyukseskan bayi mendapat ASI eksklusif (6 bulan pertama) dan ASI lanjutan hingga 2 tahun.

Peran ayah dimulai saat ibu mulai hamil.

Pertama, mulailah mencari informasi tentang proses menyusui, bagaimana menyukseskannya, apa itu IMD. Biasanya, para calon ibulah yang sibuk membaca dan mencari info dari manapun. Tak apa, jika para calon ayah sibuk dengan pekerjaan (tentunya mencari nafkah untuk anggota keluarga yang akan segera bertambah ini!), paling tidak ikutlah membaca buku-buku yang dibeli calon ibu, atau dengarkanlah ketika ia membagi informasi yang didapatkannya. 

Kedua, dukunglah ibu dalam melakukan IMD. Tidak semua dokter, perawat dan rumah sakit mendukung penuh IMD yang benar. Jika itu terjadi, maka peran ayah sangat besar untuk ‘menuntut’ pelaksanaan IMD di rumah sakit.

Setelah melahirkan…

Please,please,please, berikanlah kenyamanan untuk si ibu baru. Para ibu baru mengalami kelelahan dan stres pasca melahirkan disebabkan oleh perubahan hormon, bayi yang terbangun (berkali-kali) pada malam hari –atau malah tidak tidur sama sekali!- luka pasca melahirkan yang belum sembuh dan popok yang harus diganti belasan kali! Tidak perlu jadi superhero,biarkanlah rumah/kamar sedikit berserakan, atau bantulah ia membereskan sedikit. Sesekali bantulah mengganti popok. Atau pijatlah pundak dan punggung si ibu baru yang pasti lelah karena menyusui terus menerus. Ambilkan minum ketika ia menyusui (ibu menyusui harus banyak minum!).  Apa saja yang membuatnya rileks dan tersenyum.  Mengkritik dan memarahi si ibu baru karena salah menggendong, karena bayi menangis terus  atau karena bersikap manja? IT’S A BIG NO! Saat ini, si ibu baru sedang menyesuaikan diri dan belajar memahami bayi, dan yang paling dibutuhkannya adalah dukungan dari suami tercinta. Bahkan meskipun ini bukan kelahiran pertama, ibu membutuhkan peran ayah dalam mengurus dan menenangkan anak-anak sebelumnya. Tentu saja, mungkin kita mendapat bantuan dari orang tua ataupun asisten/babysitter, tapi tentunya ibu akan lebih bahagia jika sang suami memberikan perhatian yang cukup pada dirinya yang tengah lelah.

Jika ibu sudah mempunyai tabungan ASI Perah (ASIP), sesekali ayah dapat menggantikan ibu memberikan ASIP pada bayi, dan ibu bisa beristirahat sejenak. Hmm.. pada kasus ini sepertinya ayah memang bisa menggantikan ibu ‘menyusui’ si bayi ^_^. Salah seorang familiku, memerah ASI saat sedang co ass, kemudian suaminya tiap hari menjemput hasil perahan dan mengantarkan ke rumah untuk sang bayi. What a great breastfeeding father!

Banyak sekali peran ayah dalam membantu menyukseskan program menyusui ibu. Yang paling utama tentunya membuat ibu merasa nyaman, rileks, tidak stres dan terlalu kelelahan terutama pada bulan pertama bayi lahir. Ibu yang merasa nyaman, rileks dan bahagia akan memproduksi lebih banyak ASI. Jadi, agar bayi sukses mendapat ASI, ibu harus sukses menyusui dan para ayah harus menjadi breastfeeding father yang jempolan!

 Peran ayah tidak lebih besar atau lebih kecil dari peran ibu, namun berbeda.

Para ayah…come on,be a great breastfeeding father! 

Sumber:

www.parentingislami.wordpress.com

Sears, William, M.D. & Sears, Martha, R.N. 1992. The Baby Book. Jakarta: Serambi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s