Posted in Belajar Masak

Belajar Masak :)

Beginilah nasib seorang perempuan yang gak bisa masak bernama Saufa -lebay-.

Niatnya belajar masak segera setelah ada rencana menikah. Maksudnya supaya bisa masakin yang enak-enak buat suami nanti. Niat tinggal niatan, karena sibuk ngurusin ini itu persiapan pesta, plus aktivitas yang lama masih tetep jalan…yaah, ditundalah belajar masaknya. Setelah nikah, membuat niat baru : “Yak, setelah ‘bulan madu ecek-ecek’ ke Calang, aku akan belajar masak”. Sukses? Enggak. Ternyata setelah bulan madu yang ecek-ecek tadi, diriku langsung hamil (hoho!), mual-mual,lemas..Makan aja gak selera, apalagi belajar masak! Setelah anak lahir, memasuki 6 bulan, tuan putri Rasha akan segera makan. Yaaaa..kali ini harus belajar masak! HARUS!

Maka dengan berbekal tepung beras merah (masih dibuatin neneknya Rasha) dan pengalaman 1 kali melihat pembuatan bubur tepung beras merah di hari sebelumnya, suatu pagi aku berdiri dengan canggung di depan kompor. Bahan yang diperlukan: 2 sdm tepung beras merah dan air….mmm sebanyak apa ya perlunya? Bingung. Pakai feeling ajalah. Ternyata feelingnya salah, wakakakak! Soalnya airnya kebanyakan! Karena panik, akhirnya percobaan pertama dibuang dengan sukses. Untung percobaan kedua -dengan air yang dikurangi- berhasil. Kalo diingat sekarang, kok bego kali lah aku ya.. kenapa harus dibuang? Ya tinggal ditunggu aja sampe airnya nyusut, toh nanti jadi bubur juga! Hehehe…

Empat hari masak bubur beras merah, aku semakin ahli -halah-. Lalu dilanjutkan dengan pure alpukat, pure terong, pure kacang polong, bubur sup, bubur tahu, pindang ikan, nasi tim dengan sup tomat kacang merah,semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kemampuan makan Rasha. Sekarang udah pede nongkrongin dapur, kletak kletok, masak ini itu, walaupun masih untuk Rasha,hehe.

Buat orang lain yang udah biasa masak hal seperti ini mungkin bukan hal istimewa. Tapi buatku ini benar-benar istimewa. Aku mulai dari masak yang saaangaat simpel, belajar terus, coba lagi, akhirnya mulai bisa. Walaupun belum ahli, walaupun masih nyontek resep orang lain, walaupun semuanya masakan untuk bayi. Aku belajar dari mana saja. Tanya ibu dan tante, ikutan milis, beli buku resep, hunting di internet. Dan sangat membahagiakan kalau Rasha suka masakan yang kubuat. Hal ini menjadi hiburan buatku.  Sejak melahirkan, aktivitas lama belum bisa berjalan seperti biasanya. Rasanya aku kok jadi kurang produktif ya. Tapi untungnya, ada juga kemajuan yang kubuat. Yaitu udah mulai bisa masak!

3 thoughts on “Belajar Masak :)

  1. hallo mba saufa,

    salam kenal yah.

    aku ga sengaja mampir ke blog mbak waktu liat posting comment di mamaku koki handal. dan tyt kita banyak samaannya. pertama: anak perempuan kita sama2 namanya Rasha (cm kalo anakku skrg br 11 bln). kedua: sama2 “terpaksa” belajar masak krn mau kasi mpasi rumahan buat anak. ketiga: kayaknya nih ikutan milis2 yg sama😀

    apalagi yah samanya🙂

    1. hai mbak ririn, salam kenal juga..
      makasi udah mampir🙂
      wah, anak mbak perempuan juga ya..soalnya kebanyakan kalo namanya sama dgn anakku, tapi rata-rata anak laki😀 iya mbak, terpaksa deh belajar, ternyata asik juga ya masak, walopun masih untuk anak suksesnya,hahaha..milis mpasirumahan banyak banget membantuku…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s