Posted in Uncategorized

Katanya Kita Belum Merdeka….

Katanya kita belum merdeka.

Kata siapa?

Kata beberapa teman di facebook melalui update status mereka hari ini.
Mereka mengatakan itu bukan tanpa alasan. Menurut mereka, rakyat Indonesia belum merdeka, karena banyaknya koruptor, karena koruptor itu bikin rakyat miskin, karena pendidikan berkualitas itu mahal, karena pasokan listrik belum memadai, karena pemerintah gak becus mengurus negara, dan sederet alasan lainnya.

Pertanyaannya adalah, kalau kita belum merdeka, apa yang harus kita lakukan agar kita merdeka? Lebih dari 65 tahun yang lalu, ketika kita masih dijajah, rakyatnya berperang mengangkat senjata melawan penjajah.

Ketika pendidikan hanya untuk anak Belanda dan kaum priyayi, Ki Hajar Dewantara (bukan pemerintah!) mendirikan sekolah Taman Siswa untuk rakyat biasa agar mereka juga mendapatkan pendidikan.

Ketika pemerintah waktu itu tidak segera memproklamasikan kemerdekaan, rakyatnya yang mendesak pemerintah untuk segera bertindak.

Nah, kalau begitu, sekarang, kenapa kita tidak segera ‘angkat senjata’ berperang melawan ketidakmerdekaan itu?

Kalau memang rakyat kita miskin, apakah kita sudah membantu mengentaskan kemiskinan itu?

Kalau fasilitas kesehatan dan pendidikan mahal, apakah kita sudah bisa menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang gratis dan berkualitas?

Apakah kita sudah seperti Johanes Surya yang sukarela melatih anak-anak cerdas Indonesia dan mengantarkan mereka menjadi Juara Olimpiade Sains Internasional?

Apakah buah pikir kita menjadi pertimbangan banyak orang di Indonesia dan dunia, seperti orang-orang mempertimbangkan kata-kata Quraish Shihab, Gus Dur, Din Syamsudin, AA Gym, Azyumardi Azra?

Apakah kita sudah seperti Pramoedya Ananta Toer, Dewi Lestari, Andre Hirata, Goenawan Mohammad, Taufik Ismail, yang menghasilkan tulisan kaya makna dan tulisannya mendunia?

Jika menjadi ‘mendunia’ terlalu sulit buat kita,apakah kita sudah seperti Butet Manurung yang pergi mengajar ke hutan untuk membebaskan anak-anak pedalaman dari buta huruf?

Apakah kita sudah seperti dr.Purnamawati yang mendirikan organisasi nirlaba Yayasan Orangtua Peduli dan bergiat mengkampanyekan Rational Use of Medicine di Indonesia?

Apakah kita sudah seperti dr Utami Roesli yang mengkampanyekan pentingnya ASI, bertindak mendahului pemerintah dan bukan sekedar mengkritik pemerintah tidak becus?
Apakah kita sudah menggerakkan orang-orang di sekitar kita, seperti Marco Kusumawijaya menggerakkan beberapa pemuda Indonesia untuk menjadi Pegiat Peta Hijau?

Apakah kita sudah ‘mengangkat senjata’ kita masing-masing?

Ataukah kita hanya mengeluh negara kita belum ini, belum itu, kurang disini, kurang disitu, tidak melakukan apapun, tapi tetap tinggal di Indonesia, cari makan di Indonesia, berleha-leha di Indonesia?

Kalau rajin menonton Kick Andy di Metro TV, maka ada sebagian rakyat Indonesia yang dengan segala keterbatasannya bertindak sendiri,tidak menunggu pemerintah. Menyediakan sekolah gratis, taman bacaan gratis, fasilitas olahraga gratis….

Kita sudah berbuat apa?

Terus terang, aku sendiripun belum melakukan apa-apa. Karena itu, aku tidak banyak bicara, tidak banyak mengkritik pun tidak banyak mengeluh.

Marilah kita bertindak saja, jangan banyak bicara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s